Bunuh Proyek Gagal Sebelum Itu Membunuh Startup Kamu

Startup
Cahyadi Triyansyah
10 days | 103

Dead Snakes | Metrics

Ikhtisar

  • Segera tinggalkan proyek atau ide dalam perusahaanmu bila tidak diminati konsumen, menguras sumber daya, atau tidak mendatangkan manfaat.
  • Cara identifikasi keberhasilan proyek atau ide adalah lewat komunikasi dengan pengguna produk milikmu. Ketahui apakah bermanfaat bagi mereka atau tidak.
  • Bila kamu bisa merasakan tanda-tanda ketika sebuah proyek akan gagal, kamu bisa terus berinovasi dengan tepat sambil menghindari sumber daya terbuang sia-sia.

Tahukah kamu, apa itu “Ular Mati”? Menurut Jim Barksdale, mantan CEO Netscape, “ular” adalah perumpamaan untuk setiap masalah yang muncul dalam perusahaan.

Di antara ular-ular itu, ular paling berbahaya adalah ular yang sebenarnya sudah mati, tapi diperlakukan seolah-olah masih hidup. Waktu dan sumber daya habis untuk mengurusnya, tapi ular ini tak mendatangkan manfaat apa pun, juga tak kunjung pergi—karena dia sudah mati.

Ketika kamu menemukan sebuah masalah, langkah logis yang akan kamu ambil sebagai sebuah perusahaan adalah menyelesaikannya. Solusi penyelesaian tersebut bisa bermacam-macam, bisa produk baru, perombakan fitur lama, atau penerapan metode berbeda. Tapi kamu harus tahu apakah “ular” yang kamu hadapi itu sebenarnya masih hidup atau mati.

Dengan kata lain, kamu harus tahu apakah proyek yang kamu kerjakan punya masa depan atau tidak.


Mengenal ciri-ciri Ular Mati

Richard Daly, CEO dari perusahaan data processing DNAnexus, menyatakan bahwa Ular Mati memiliki beberapa sifat yang bisa kamu tengarai, yaitu:

  • Menggunakan kata “strategis” sebagai justifikasi. Sebuah ide atau proyek pasti memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan revenue. Tapi ketika revenue itu tak kunjung datang, proyek ini kemudian disebut sebagai langkah “strategis”. Waspadalah. Ini pertanda pertama proyek mulai kehilangan arah.
  • Tidak punya tempat di rencana finansial. Setiap proyek yang kamu jalankan harus punya target yang jelas. Berapa pengeluarannya? Berapa pemasukannya? Berapa jumlah pelanggan yang didapat? Bila kamu tidak bisa memaparkan metrik yang jelas, berarti proyek itu sekarat.
  • Proyek dipaksakan kepada pelanggan. Bila sebuah ide terdengar hebat saat rapat namun tidak diminati konsumen, itu pertanda buruk. Komunikasimu dengan konsumen berjalan lambat, bahkan kamu harus berusaha keras agar orang lain percaya manfaat proyekmu. Saatnya berhenti.
  • Terdengar seperti omong kosong. Seorang pemimpin yang karismatik bisa membuat ide apa pun terdengar hebat. Tapi ide yang terdengar hebat belum tentu bisa diimplementasikan dalam sebuah model bisnis. Cepat atau lambat, akan ada orang yang menyadari omong kosong tersebut.
  • Kebutuhan teknis terus meningkat. Bila sebuah proyek terus-menerus menghabiskan sumber daya dalam pengembangannya, tanpa dibarengi oleh rencana berbasis metrik yang jelas, lebih baik proyek itu dihentikan.

Semakin cepat perusahaanmu mengenali, menghindari, dan menyingkirkan Ular Mati, semakin cepat pula kamu bisa menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Bila kamu membiarkannya terlalu lama, mereka bisa berubah menjadi Ular Zombi Pengisap Darah yang akan menyeret perusahaan ke kehancuran.


Menghindari dan menyingkirkan Ular Mati

Dead Snakes | Metrics

Sumber Gambar: Pexels

Untuk menemukan Ular Mati, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah berinteraksi dengan konsumen secara mendalam. Temukan kebutuhan fundamental konsumen, kemudian jalankan proyek-proyek kecil dengan metode agileFail fast, learn faster.

Komunikasi adalah obat paling mujarab untuk melawan Ular Mati. Setiap karyawan harus memiliki kesempatan untuk mengajukan penghentian terhadap kegiatan yang tidak produktif (termasuk yang dulunya produktif, namun tidak lagi). Setiap proyek harus memiliki perencanaan mendetail tentang metrik kesuksesan, jadwal, dampak komersial, fokus tujuan, hingga kebutuhan sumber daya sejak dari awal.

Gagal atau dihentikannya sebuah proyek berpotensi menurunkan moral para karyawan. Karena itu, setelah berhasil menyingkirkan Ular Mati, rayakanlah! Katakan pada para karyawan, “Kalian telah bekerja dengan baik. Ayo kita coba sesuatu yang baru.” Yakinkan mereka bahwa tidak ada yang patut disalahkan atas penutupan proyek tersebut.


Bila kamu CEO …

Bila kamu seorang pejabat perusahaan—misalnya founder atau CEO—kamu punya kewenangan untuk memimpin rapat, termasuk rapat bersama seluruh karyawan. Ini adalah waktu yang penting untuk menunjukkan kepemimpinan dan kemampuanmu. Ada empat hal yang harus kamu lakukan dalam setiap rapat besar ini, yaitu:

  • Menjelaskan strategi perusahaan
  • Memberi petunjuk tentang cara mencapai strategi itu
  • Menunjukkan perbandingan antara performa dan tujuan
  • Menjelaskan perubahan signifikan yang terjadi, termasuk proyek apa yang dimulai atau dihentikan

Kamu mungkin tidak bisa melakukan rapat sebesar ini terlalu sering, tapi kamu harus terus menanamkan elemen-elemen di atas pada seluruh karyawanmu. Tunjukkan data kuantitatif dan gunakan tampilan visual agar mudah dimengerti. Berusahalah untuk setransparan mungkin. Bila ada proyek yang tidak berkontribusi positif terhadap salah satu elemen di atas, tinggalkan proyek itu.

Seiring pengalaman, kamu dan para anggota tim akan bisa mengenali Ular Mati dengan lebih cepat. Kamu akan merasakan tanda-tanda ketika sebuah proyek akan gagal, sehingga bisa terus berinovasi dengan tepat sambil menghindari sumber daya terbuang sia-sia. Inilah kondisi ideal yang ingin kamu capai, terus bergerak dan tumbuh secara cepat dan efektif.

Manusia memang tidak suka kalah, sehingga terkadang sulit menerima kenyataan bahwa ide kita ternyata tak sehebat yang kita bayangkan. Tapi bila dibiarkan, Ular Mati bisa menyeret perusahaanmu ke jurang kehancuran. Jangan main-main dengan Ular Mati!

Sumber: First Round

updated at 10 days
Startup
share